Category: Blog

Your blog category

  • Jelang Ramadan, Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026 Libatkan 675 Personel Gabungan

    Jakarta — Polda Metro Jaya menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Pekat Jaya 2026 di Lapangan Presisi Lantas Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026). Apel ini menandai dimulainya operasi yang dilaksanakan selama 15 hari, mulai 28 Januari s.d. 11 Februari 2026 di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Sebanyak 675 personel gabungan diterjunkan dalam Operasi Pekat Jaya 2026. Personel tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres jajaran, unsur TNI, serta didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Operasi ini digelar untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang Bulan Suci Ramadan.

    Operasi Pekat Jaya 2026 menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas, mulai dari aksi tawuran, geng motor, premanisme, peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang, penggunaan petasan, balapan liar, hingga kejahatan jalanan lainnya yang meresahkan masyarakat.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri mengatakan operasi ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi peningkatan gangguan keamanan menjelang Ramadan. “Kami melaksanakan operasi secara tegas dan profesional, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis agar masyarakat merasa aman dan nyaman menjalankan aktivitas maupun ibadah,” ujarnya.

    Ia menambahkan, operasi difokuskan di wilayah rawan seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, serta sejumlah wilayah perbatasan Jakarta Selatan. Di titik-titik tersebut akan ditempatkan pos pantau dan patroli gabungan bermobil. Selain itu, Direktorat PPA dan Direktorat Binmas Polda Metro Jaya juga melakukan langkah pre-emptive melalui pendekatan ke masyarakat, sekolah-sekolah, serta pemuda di tingkat kelurahan yang telah dipetakan rawan tawuran.

    Selain penegakan hukum, Operasi Pekat Jaya 2026 juga mengedepankan penguatan sinergi dan koordinasi lintas sektor. Polda Metro Jaya terus memperkuat kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

    Seluruh pelaksanaan tugas dalam operasi ini juga berpedoman pada nilai-nilai Program Jaga Jakarta, yakni Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah, sebagai pedoman pelaksanaan tugas guna membangun stabilitas kamtibmas yang berkelanjutan, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik.

  • Kapolri MoU dengan PT Pupuk Indonesia Terkait Distribusi: Agar Tepat Sasaran

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan peresmian proyek revamping ammonia pabrik 2 PT. Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penekenan MoU terkait dengan pendistribusian pupuk di Indonesia.

    “Alhamdulillah hari ini di samping kami dapatkan undangan mendampingi Ketua dan pak Mentan melaksanakan peresmian revamping yang dilaksanakan di PT Kaltim artinya negara bisa melaksanakan efisiensi khususnya dalam produksi pupuk sebesar 10 sampai 16 persen,” kata Sigit di Bontang, Kaltim, Kamis (29/1/2026).

    Sigit mengungkapkan, Polri dan PT Pupuk Indonesia juga melakukan nota kesepahaman terkait dengan pendistribusian pupuk di Indonesia. Hal itu dilakukan agar penyubur tanaman tersebut bisa tepat sasaran ke para petani.

    “Kami melaksanakan penandatanganan MoU untuk pendistribusian pupuk. Sehingga pupuk betul-betul bisa tepat sasaran sampai di masyarakat petani yang membutuhkan,” ujar Sigit.

    MoU ini, kata Sigit juga diharapkan proses distribusi pupuk bisa tepat waktu. Mengingat, apabila dalam proses penyaluran terjadi keterlambatan maka secara nasional akan membuat kerugian senilai ratusan triliun.

    “Harapan kita sampai tepat waktu, karena tadi disampaikan bahwa keterlambatan satu minggu akan berdampak terhadap penurunan produktivitas dan apabila dinasionalkan itu merugikan seratu triliun,” ucap Sigit.

    Lebih dalam, Sigit menegaskan, dengan tertibnya proses distribusi pupuk tersebut, maka diharapkan bisa meningkatkan produktivitas para petani. Sehingga, kata Sigit hal itu bisa menghasilkan swasembada pangan, sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

    “Disatu sisi produktivitas akan berkurang ini yang menjadi perhatian kita. Sebagaimana arahan Pak Presiden kita sedang membuat road map ke depan selain wujdukan swasembada pangan ke depan kita betul-betul bisa wujudkan indonesia menjadi salah satu negara menjadi lumbung padi dunia,” tegas Sigit.

    Oleh karena itu, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk maksimal dan optimal dalam mengawal proses distribusi pupuk di seluruh wilayah Indonesia.

    “Kami dari jajaran Polri berterima kasih dan kami akan melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Saya ingatkan seluruh jajaran untuk ikut mengawal terkait distribusi pupuk sehingga tepat sasaran produktivitas petani juga betul-betul optimal dan pencapaian peningkatan swasembada pangan sebagaimana ditarget pak Presiden betul-betul bisa berjalan dengan maksimal,” tutup Sigit.

  • Agum Gumelar ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

    Jakarta — Kamis, 29 Januari 2026 Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri dan PEPABRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat Transformasi Polri yang berkelanjutan.

    “Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” tegas Wakapolri.

    Langkah Nyata Wakapolri Dorong Transformasi Polri

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan untuk mendorong transformasi menyeluruh di tubuh Polri, antara lain:

    1. Penguatan SDM dan Pendidikan
      Pembenahan sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian.
    2. Transformasi Kultural dan Etika Profesi
      Penguatan pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan guna menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas kepada seluruh personel.
    3. Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas
      Peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kepercayaan publik.
    4. Modernisasi Sarana dan Prasarana
      Modernisasi fasilitas operasional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pendukung tugas kepolisian.
    5. Transformasi Digital
      Percepatan digitalisasi layanan publik, pengawasan, dan manajemen organisasi guna menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien.
    6. Penguatan Fungsi Operasional
      Peningkatan kualitas Harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

    Wakapolri menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan komitmen nyata Polri dalam menjawab harapan Presiden dan masyarakat.

    “Transformasi Polri adalah proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

  • Sinergi TNI-Polri: Wakil Panglima TNI dan Gubernur Akpol Tinjau Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

    ​ACEH TAMIANG – Sinergitas TNI dan Polri dalam penanganan pascabencana kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja tingkat tinggi di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (28/1). Wakil Panglima TNI bersama Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol), para Gubernur Akademi Angkatan, serta Pejabat Utama (PJU) Akpol turun langsung meninjau lokasi sasaran fisik pembersihan sisa banjir yang dikerjakan oleh para Taruna.

    ​Kunjungan ini difokuskan pada dua fasilitas publik vital, yakni SD Tualang Cut 1 dan Puskesmas Manyak Payed. Kehadiran para pimpinan tertinggi lintas angkatan ini bertujuan untuk memastikan proses normalisasi lingkungan berjalan optimal agar layanan pendidikan dan kesehatan masyarakat segera pulih.

    ​Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peninjauan teknis, melainkan representasi kuat dari hadirnya negara di tengah kesulitan masyarakat.

    ​”Kunjungan kerja Wakil Panglima TNI bersama Gubernur Akpol dan para Gubernur Akademi Angkatan ini bertujuan meninjau langsung proses sasaran fisik pembersihan sisa lumpur dan material pascabanjir yang dilaksanakan oleh Taruna Akpol. Kami ingin memastikan fasilitas pendidikan dan kesehatan dapat segera digunakan kembali oleh warga,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Kamis (29/1).

    ​Selain memantau pengerjaan fisik, rombongan juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga setempat dan menyerahkan bantuan sosial. Langkah ini dilakukan untuk membangkitkan semangat masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang beberapa waktu lalu.

    Trunoyudo menambahkan bahwa interaksi antara pimpinan, Taruna, dan masyarakat memiliki nilai edukasi dan empati yang mendalam bagi para calon perwira.

    ​”Selain peninjauan, rombongan juga menyerahkan bantuan serta berinteraksi dengan masyarakat sebagai bentuk dukungan moral dan kepedulian terhadap pemulihan pascabencana. Ini merupakan bagian dari pembentukan karakter Taruna agar senantiasa peka terhadap kesulitan rakyat,” pungkasnya.

    ​Hingga saat ini, kolaborasi antara personel TNI, Polri, dan masyarakat di Aceh Tamiang terus berlanjut guna mempercepat pembersihan sisa-sisa material banjir sehingga roda kehidupan sosial dan ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.

  • Kapolda Metro Jaya Buka pelatihan peningkatan komunikasi sosial, Tekankan Komunikasi Tak Menyakiti Hati Masyarakat

    Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri membuka Pelatihan Komunikasi Sosial yang digelar di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas personel Polri dalam membangun komunikasi, kemitraan, dan pelayanan publik di tengah masyarakat.

    Sebanyak 1.211 personel mengikuti kegiatan Bimtek tersebut. Peserta terdiri dari Danki dan Danton Ditsamapta, Kasi dan Panit Negosiator Ditsamapta, Danki dan Danton Satbrimob, seluruh Kapolsek, Kasat Binmas, Kanit Binmas, Pamapta Polres, serta seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polda Metro Jaya.

    Dalam sambutannya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pembinaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menekankan pentingnya kehadiran Polri yang tidak hanya cepat dan tegas, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis serta komunikasi yang tidak menyakiti hati masyarakat.

    “Kepercayaan publik adalah modal utama Polri. Tanpa kepercayaan, tindakan yang benar pun bisa disalahpahami. Karena itu, setiap langkah harus disampaikan dengan cara yang tepat, santun, dan tidak melukai perasaan masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya peran fungsi pembinaan, khususnya Binmas dan Bhabinkamtibmas, sebagai ujung tombak community policing dan problem solver di tingkat wilayah. Dalam keterbatasan jumlah personel, kualitas kehadiran dan kualitas komunikasi dinilai menjadi faktor utama efektivitas pelayanan kepolisian.

    Melalui pelatihan ini, jajaran diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat terkait strategi komunikasi publik, pendekatan persuasif, serta pengelolaan dinamika sosial masyarakat, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini tanpa menimbulkan resistensi publik.

    Menutup arahannya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pembinaan masyarakat sebagai investasi kepercayaan jangka panjang melalui sinergi lintas fungsi serta keselarasan pesan dan sikap kelembagaan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan martabat Polri di mata publik.

  • Jaga Kamtibmas di Jam Rawan Malam Hari, Bhabinkamtibmas Pesanggrahan Sambangi Pedagang

    Jakarta Selatan – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di jam rawan malam hari, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesanggrahan Polsek Pesanggrahan, Aipda Agus Saripudin, melaksanakan kegiatan sambang dan dialogis dengan para pedagang yang masih beraktivitas, Selasa (27/1/2026).

    Kegiatan sambang tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya kepada para pedagang yang berjualan di waktu malam hari, guna memberikan rasa aman serta mencegah terjadinya potensi gangguan kamtibmas di wilayah binaan.

    Dalam kesempatan tersebut, Aipda Agus Saripudin menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para pedagang agar selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama di jam-jam rawan, serta mengingatkan untuk segera menghubungi pihak kepolisian apabila menemukan adanya hal-hal mencurigakan atau gangguan keamanan.

    Selain itu, dialog yang terjalin antara petugas dan pedagang dimanfaatkan untuk menyerap informasi terkait situasi keamanan di sekitar lokasi usaha. Sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah efektif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

    Melalui kegiatan sambang ini, Polsek Pesanggrahan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan.

  • Bhabinkamtibmas Menteng Dalam Sambangi Warga, Sampaikan Himbauan Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Dalam Polsek Tebet, Aiptu Evin Susanto, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada warga binaannya, Bapak Satiri, pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 10.05 WIB.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan KH Ramli RT 03 RW 015 Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan ini, Aiptu Evin Susanto menyampaikan berbagai himbauan kamtibmas kepada warga guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Adapun himbauan yang disampaikan antara lain agar warga tetap menjaga kamtibmas dan turut membantu tugas kepolisian, menjaga ketertiban, serta peduli terhadap situasi keamanan di lingkungan sekitar. Selain itu, disosialisasikan pula langkah-langkah antisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), termasuk himbauan kepada warga pengguna sepeda motor untuk menggunakan kunci ganda sebagai upaya pencegahan pencurian.

    Aiptu Evin juga mengingatkan kepada para orang tua yang memiliki anak, khususnya remaja, agar memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB, sebagai langkah antisipasi kenakalan remaja. Dalam kegiatan tersebut turut disampaikan informasi layanan Call Center Polisi 110 serta anjuran kepada warga untuk segera melapor kepada Bhabinkamtibmas apabila terdapat keluhan atau gangguan kamtibmas.

    Warga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran serta perhatian Kepolisian Polsek Tebet, yang dinilai memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

    Melalui kegiatan sambang ini, diharapkan terjalin komunikasi dan sinergi yang semakin baik antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

  • Bhabinkamtibmas Kebon Baru Sambangi Warga RW 09, Sampaikan Himbauan Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Baru Polsek Tebet, Aiptu Edy S, melaksanakan kegiatan sambang dan kunjungan kepada warga RW 09 pada Selasa, 27 Januari 2026, pukul 11.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Asembaris Raya RW 09 Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dengan menyambangi salah satu warga, Bapak Sony S. Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Edy S menyampaikan berbagai himbauan kamtibmas guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Adapun himbauan yang disampaikan antara lain agar warga senantiasa menjaga keamanan lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui atau melihat adanya kejadian tindak kejahatan. Selain itu, disosialisasikan pula kepada warga untuk melapor kepada pihak Kepolisian apabila terdapat keluhan terkait kamtibmas serta memperkenalkan layanan Call Center Polisi 110 yang dapat dihubungi secara gratis dan bebas pulsa.

    Melalui kegiatan sambang ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara Bhabinkamtibmas dan warga masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kelurahan Kebon Baru.

  • Sentuh Hati Warga, Satgas Damai Cartenz 2026 Gelar Patroli dan Pengobatan Keliling di Sinak

    Puncak – Di tengah medan pegunungan Papua yang sulit dijangkau, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 turun langsung menyusuri permukiman warga di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Selasa (27/1/2026). Tidak hanya berpatroli menjaga keamanan, mereka juga membuka layanan pengobatan keliling bagi masyarakat setempat.

    Kegiatan ini dilakukan oleh personel Pos Sinak dengan menyambangi honai-honai dan rumah warga. Selain memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, Satgas juga memeriksa kesehatan warga, membagikan vitamin, serta memberikan obat-obatan gratis kepada anak-anak, ibu-ibu, dan lansia.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pendekatan humanis Polri dalam menjaga keamanan di Tanah Papua.

    “Kehadiran personel kami di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pelindung warga. Melalui sambang kesehatan ini, kami ingin membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

    Ia menegaskan bahwa strategi soft approach menjadi kunci utama Operasi Damai Cartenz 2026 dalam membangun kepercayaan antara aparat keamanan dan masyarakat.

    “Kesehatan adalah modal utama bagi warga untuk beraktivitas. Jika masyarakat sehat, kehidupan sosial dan ekonomi dapat berjalan lebih baik. Inilah komitmen kami untuk menjaga Papua tetap aman, damai, dan kondusif melalui sentuhan kemanusiaan,” tambahnya.

    Kegiatan patroli dialogis dan pengobatan gratis tersebut mendapat sambutan hangat dari warga Distrik Sinak. Sejumlah masyarakat mengaku terbantu karena pelayanan kesehatan diberikan langsung di kampung mereka, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas medis.

    Dengan adanya kegiatan ini, aktivitas warga kembali berjalan normal dan situasi keamanan di wilayah Distrik Sinak terpantau aman serta terkendali. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah-wilayah operasi lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

  • Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Penjual Es Jadul, Tegaskan Tak Hambat UMKM

    Jakarta — Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait peristiwa pengamanan penjual es kue jadul yang sempat terjadi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Permintaan maaf itu disampaikan pada Rabu (28/1/2026), menyusul adanya persepsi kurang tepat yang berkembang di tengah publik.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, tindakan yang dilakukan personel di lapangan bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus memastikan keamanan masyarakat. Namun demikian, pihaknya memahami langkah tersebut dapat menimbulkan penilaian berbeda di masyarakat.

    “Kami dari Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam upaya tindakan yang dilakukan oleh personel kami menimbulkan persepsi yang kurang baik ataupun kurang tepat. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi,” katanya.

    Selanjutnya Budi menegaskan Polri tidak pernah berniat mematikan ataupun menghambat usaha masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia memastikan kepolisian justru berkomitmen mendukung aktivitas ekonomi warga agar tetap berjalan aman dan sehat.

    “Kepolisian tidak pernah mematikan atau menghambat usaha UMKM masyarakat. Namun apa pun itu, kami memahami secara psikologis adanya kekecewaan publik,” ujarnya.

    Terkait tindak lanjut Budi menyampaikan bahwa Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya telah melakukan pendalaman atas peristiwa tersebut. Pendalaman dilakukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran etika, kewenangan, maupun prosedur oleh personel.

    “Kami terbuka terhadap evaluasi dan akan menindaklanjuti secara profesional,” tutupnya.