Jayapura- Tokoh pemuda Papua, Gifli Buiney, menyatakan dukungannya terhadap kinerja Satgas Ops Damai Cartenz dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah Papua. Ia menilai kehadiran satuan tugas tersebut membawa dampak positif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, Rabu (12/11/2025).
Dalam keterangannya, Gifli Buiney menyampaikan apresiasi kepada aparat yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz atas dedikasi dan profesionalisme mereka.
“Saya menyampaikan dukungan kepada Subsatgas Damai Cartenz dalam menegakkan hukum terhadap kelompok-kelompok yang masih berseberangan dengan pemerintah dan memiliki ideologi yang berbeda dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aparat keamanan dalam menjaga stabilitas di Papua agar masyarakat dapat hidup dengan tenang.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh personel Damai Cartenz yang telah bekerja secara profesional dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Papua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gifli berharap agar Satgas Damai Cartenz terus menjalankan tugasnya dengan semangat dan integritas tinggi.
“Saya berharap Satgas Ops Damai Cartenz tetap bekerja profesional dalam menegakkan hukum di Papua agar Papua tetap aman dan damai. Papua aman, Papua damai, Papua untuk kita semua,” tutupnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan moral masyarakat Papua terhadap upaya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga keutuhan NKRI serta menciptakan suasana damai di tanah Papua.
-Bandung, 13 November 2025-Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin kegiatan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah Non-Muslim di kawasan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (13/11).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam menanamkan nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan pendidikan.
Dalam prosesi tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, Pejabat Utama Mabes Polri, Pejabat Utama Polda Jabar, unsur Forkopimda Kabupaten Bogor, serta tokoh lintas agama dan masyarakat sekitar.
Pembangunan rumah ibadah ini meliputi empat tempat ibadah, yaitu Gereja Protestan dan Gereja Katolik masing-masing seluas 90 m², serta Vihara dan Pura masing-masing 36 m². Peletakan batu pertama dilakukan Wakapolri bersama tokoh lintas agama, sebagai simbol kuat persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman.
Pada kesempatan yang sama, Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo juga meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda, yang berdiri di atas lahan seluas 4.854 m² dengan bangunan 1.761 m² dan kapasitas hingga 976 jamaah.
“Melalui pembangunan berbagai rumah ibadah di satu kawasan pendidikan, kita ingin menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan sejak dini. Keberagaman harus menjadi kekuatan bangsa,” tegas Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 180 undangan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti sosial dan santunan bagi anak yatim serta warga sekitar, sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur atas kemajuan pembangunan sekolah.
Melalui kegiatan ini, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari menegaskan komitmen untuk membangun lembaga pendidikan unggulan yang berkarakter Bhayangkara, menjunjung tinggi nilai toleransi, persatuan, dan kemanusiaan di tengah keberagaman bangsa.
Bekasi — Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam penanganan kejadian di lapangan, Polri melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) menggelar Workshop Peningkatan Kemampuan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Ibis Jatibening, Bekasi, pada Selasa (11/11/2025) tersebut secara resmi dibuka oleh Karo Bindiklat Lemdiklat Polri Brigjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo bersama Thomas Beverley, Protect and Prepare Coordinator Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, serta William Jones, Trainer International Protect and Prepare dari Kedutaan Besar Inggris.
Workshop ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Polri dan Pemerintah Inggris dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia kepolisian, khususnya dalam merespons cepat dan efektif situasi darurat di lapangan.
Dalam keterangannya kepada media, Kamis (13/11/2025), Brigjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Polri dan Kedutaan Besar Inggris. Ia menegaskan bahwa kemampuan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara merupakan aspek penting dalam keberhasilan penegakan hukum.
“Kemampuan Tindakan Pertama di TKP sangat krusial dalam menentukan keberhasilan penanganan suatu perkara. Oleh karena itu, setiap personel Polri harus memiliki keterampilan yang mumpuni di bidang ini guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang penegakan hukum,” ujar Brigjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.
Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja sama yang lebih luas antara Polri dan Pemerintah Inggris, khususnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia kepolisian melalui penguatan kompetensi teknis dan literasi penanganan kejadian.
“Kami berharap workshop ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Karo Bindiklat Lemdiklat Polri menekankan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polri dalam mewujudkan personel yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan situasi lapangan.
“Melalui workshop ini, Polri menunjukkan kesungguhan untuk terus meningkatkan profesionalisme personelnya. Dengan kemampuan yang semakin baik, kami berharap Polri dapat semakin dipercaya oleh masyarakat dan memberikan kontribusi optimal dalam menjaga keamanan serta ketertiban,” tandas Brigjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo.
Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda yang berlokasi di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor, sebagai wujud dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai spiritual di lingkungan sekolah.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakapolri, disaksikan oleh jajaran pejabat utama Polri, pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari, para guru, siswa, dan tokoh masyarakat setempat.
Masjid An-Nahdah Suhanda berdiri di atas lahan seluas 4.854 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.761 meter persegi, serta mampu menampung hingga 976 jamaah. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi sarana utama dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan masjid tersebut, yang dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda Polri.
“Masjid ini bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pembinaan akhlak, pendidikan karakter, dan silaturahmi antara siswa, guru, serta masyarakat sekitar,” ujar Wakapolri, Kamis (13/11/2025)
Kegiatan peresmian berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya Masjid An-Nahdah Suhanda. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat memperkuat nilai – nilai keimanan, kebersamaan, dan semangat pengabdian di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Polri kembali menegaskan perannya dalam mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda percepatan pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan pembangunan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), yang hari ini melaksanakan topping off Academic Center dan Library, peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda, serta peletakan batu pertama rumah ibadah lintas agama. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo.
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa SMA KTB bukan sekadar sekolah, melainkan pusat pembinaan karakter. “Keberadaan sekolah ini bukan hanya tempat pendidikan, tetapi pusat pembentukan karakter yang menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing global,” ujarnya. Ia menempatkan pembangunan karakter sebagai kunci keberhasilan SDM, sejalan dengan pemikiran Amartya Sen, Martin Luther King Jr., serta praktik pendidikan karakter di Jepang dan Singapura.
Wakapolri kemudian menyoroti pentingnya kualitas manusia sebagai penentu kemajuan bangsa. “Sumber daya alam yang melimpah tidak akan berarti banyak jika tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang mumpuni. Di sinilah urgensi kita menyiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia melakukan lompatan besar menjadi negara maju,” tegasnya. Ia juga mencontohkan Singapura yang berhasil melaju menjadi negara maju meski minim sumber daya alam.
Sebagai gambaran mutu SDM global, Wakapolri memaparkan jumlah mahasiswa luar negeri di universitas elite dunia. “Saat ini hampir 134.000 putra-putri Tiongkok belajar di Harvard dan kampus top Amerika. India mengirim 90.000, Vietnam 30.000, sedangkan Indonesia masih di bawah 10.000,” ujarnya. Data ini menunjukkan perlunya Indonesia mempercepat pembangunan sekolah unggulan sebagaimana menjadi perhatian utama Presiden Prabowo.
Wakapolri menyampaikan rasa syukur bahwa Polri mendapat kesempatan membangun SMA KTB untuk mendukung agenda tersebut. “Alhamdulillah, kami dipertemukan dengan Mas Dirgayuza dan Mas Miftah Sabri yang punya visi besar dalam pendidikan. Angkatan pertama berjumlah 120 siswa adalah kebanggaan kami—mereka menunjukkan kualitas, karakter, dan potensi luar biasa,” ucapnya. Ia menegaskan penanaman 12 karakter kebhayangkaraan sebagai fondasi moral dalam membentuk generasi unggul.
Terkait penerimaan murid baru tahun ini, Wakapolri memberikan dorongan kuat. “Animo tahun ini harus kita gas lagi. Target kita minimal 15.000 pendaftar. Dari jumlah besar itu kita bisa menyeleksi bibit unggul yang benar-benar siap menjadi generasi emas Indonesia,” tegasnya.
Dari sisi pembangunan, progres fisik SMA KTB terus menunjukkan hasil positif. Hingga 10 November 2025, capaian pekerjaan mencapai 18,796%, melampaui target 18,047%, meski sempat terkendala pasokan material dan cuaca. Wakapolri menyampaikan keyakinan bahwa seluruh fasilitas dapat selesai tepat waktu. “Target kita, sekolah ini dapat beroperasi penuh pada Mei 2026. Dengan penyelesaian tepat waktu, kita bisa segera menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi putra-putri bangsa,” ujarnya.
Kegiatan hari ini turut diisi dengan peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda yang mampu menampung 976 jemaah. Masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual bagi siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat. Selain itu, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari memulai pembangunan rumah ibadah lintas agama—gereja Katolik, gereja Protestan, vihara, dan pura—sebagai simbol komitmen terhadap toleransi dan keberagaman.
Sebagai wujud kepedulian sosial, Polri melalui Yayasan Kemala Bhayangkari menyalurkan 1.000 paket bantuan bagi anak yatim dan warga sekitar. Polri juga menyerahkan bus sekolah untuk mendukung operasional pendidikan di SMA KTB.
Menutup sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung berdirinya sekolah unggulan ini. “Dengan pengabdian yang tulus dan kerja sama yang solid, saya yakin SMA KTB mampu mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi penggerak bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Jakarta – Seorang pria berinisial DM alias D (25) ditangkap jajaran Polsek Metro Penjaringan setelah melakukan penipuan terhadap seorang pengemudi ojek online dengan modus mengaku sebagai anggota Polri. Pelaku ditangkap pada Minggu (2/11/2025) setelah aksinya pada malam sebelumnya dilaporkan korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan pelaku berulang kali memanfaatkan atribut palsu untuk meyakinkan korbannya. “Pelaku mengaku sebagai anggota Ditnarkoba Polda Metro Jaya, membawa airsoft gun, serta menunjukkan kartu tanda anggota palsu untuk menipu korban,” ujar Kombes Budi, Kamis (13/11/2025).
Aksi pelaku terjadi pada Sabtu (1/11/2025) malam ketika ia menghentikan seorang pengemudi ojol di kawasan Jembatan II, Penjaringan. Dengan menyebut dirinya sebagai polisi narkoba, pelaku meminta korban mengantarkan ke Kalijodo. Di lokasi tersebut, pelaku berpura-pura hendak menangkap pelaku narkoba sehingga meminjam ponsel dan motor korban dengan alasan akan digunakan dalam operasi.
Untuk meyakinkan korban, DM bahkan memberikan ID Card palsu atas Namanya berpangkat Bripda dan meminta bertukar jaket. Setelah membawa kabur motor dan ponsel korban, pelaku tidak kembali, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Penjaringan.
Berbekal laporan dan informasi dari warga yang sempat melihat pelaku mengaku sebagai polisi, tim Subnit V Resmob Unit Reskrim Polsek Penjaringan yang dipimpin IPDA Rulli Jeremy Siregar bergerak ke lokasi keberadaan pelaku pada Minggu dini hari. Polisi langsung menangkap DM dan menemukan airsoft gun terselip di pinggangnya.
Selain itu, tas selempang pelaku berisi dompet, alat hisap sabu (bong), beberapa kartu ATM, serta KTA Polda Metro Jaya palsu. Motor Honda Scoopy merah yang digunakan pelaku juga turut diamankan penyidik.
Hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku adalah residivis yang sudah dua kali terjerat kasus penipuan dan penggelapan kendaraan pada 2020. Tidak hanya itu, DM juga mengaku telah empat kali melakukan penipuan dengan modus mengaku sebagai polisi sepanjang tahun 2025 di wilayah Penjaringan dan sekitarnya.
Dua motor hasil kejahatan sebelumnya diketahui telah dijual ke seseorang berinisial F yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Pelaku mengaku sengaja membuat ID Card palsu di kawasan Pramuka karena ingin terlihat gagah, sementara airsoft gun dibelinya secara online seharga Rp2 juta.
Kombes Budi menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa saksi dan tersangka serta melakukan pengecekan lokasi kejadian untuk memastikan alur perbuatan pelaku. Penyidik juga telah mengamankan seluruh barang bukti untuk memperkuat proses hukum.
“Kasus ini masih terus dikembangkan. Penyidik akan mengejar penadah yang sudah kami identifikasi serta memastikan apakah masih ada korban lainnya,” kata Kapolrestro Jakarta Utara.
Ia menegaskan komitmen Polda Metro Jaya untuk menangani setiap bentuk penyalahgunaan atribut kepolisian yang merugikan masyarakat.
Jakarta Selatan, 12 November 2025 – Dalam wujud kepedulian yang tulus, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. Nicolas Ary Lilipaly, S.I.K., M.H., M.Si , didampingi Kasi Propam Kompol Bayu Agung Ariyanto, SH., bersama tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) melakukan kunjungan ke kediaman Aiptu Triyono, anggota Polsek Kebayoran Lama, yang tengah berjuang menghadapi kondisi kesehatan serius. Kunjungan ini berlangsung pada Rabu sore pukul 15.00 WIB dengan harapan dapat memberikan semangat dan dukungan moral kepada anggota yang sedang sakit.
Aiptu Triyono, yang selama ini dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, saat ini menghadapi tantangan berat akibat stroke non-hemoragik serta beberapa gangguan kesehatan lain. Meski kondisinya membuatnya tidak dapat berbicara dan membutuhkan bantuan saat berdiri, semangatnya untuk sembuh tetap terjaga.
Kunjungan dari Kapolres dan tim Sidokkes hadir sebagai penguat dan bentuk perhatian nyata dari institusi kepolisian terhadap kesejahteraan anggotanya.“Ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab kami selain tugas pengamanan, yaitu memastikan setiap anggota mendapat perhatian dan dukungan, terutama saat menghadapi kesulitan kesehatan,” ungkap 1Kapolres Metro Jakarta Selatan.
Menurut keterangan Kasi Dokkes, AKP Dewi Sri Vera, Aiptu Triyono rutin melakukan kontrol ke dokter spesialis saraf dan berusaha mengikuti program pengelolaan penyakit kronis sebaik mungkin. Kunjungan ini tidak hanya memberikan informasi medis, tetapi juga menjadi momen menguatkan ikatan kekeluargaan dalam lingkungan kepolisian.
Keluarga Aiptu Triyono menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kunjungan Kapolres serta tim Sidokkes. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan yang diberikan oleh Bapak Kapolres dan tim. Kehadiran mereka memberi semangat besar bagi kami dan Pak Triyono dalam menghadapi masa-masa sulit ini,” ungkap keluarga.
Semangat dan kesehatan Aiptu Triyono menjadi perhatian khusus bagi pimpinan. Kepedulian ini diharapkan mampu menguatkan mental dan mempercepat proses pemulihan agar beliau bisa segera kembali beraktivitas normal dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Kegiatan kunjungan ini membuktikan bahwa Polres Metro Jakarta Selatan selalu menempatkan nilai kemanusiaan tinggi dalam setiap aspek tugasnya, tetap dekat dan peduli pada setiap anggotanya.
Jakarta – Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya kembali mendapat apresiasi positif dari masyarakat atas pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional, Rabu (12/11/2025).
Salah satu warga, Sudianto, menyampaikan rasa terima kasihnya setelah membuat laporan kehilangan di SPKT Polda Metro Jaya. Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas. “Selamat siang, perkenalkan nama saya Sudianto. Terima kasih untuk SPKT Polda Metro Jaya yang telah menerima laporan kehilangan saya. Pelayanannya sangat baik dan sangat cepat,” ujarnya.
Warga lainnya, Tulus, juga mengungkapkan hal serupa usai melaporkan kehilangan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). “Perkenalkan nama saya Tulus, saya mengucapkan terima kasih kepada SPKT Polda Metro Jaya dalam menerima laporan kehilangan TNKB. Pelayanannya baik, cepat, dan ramah,” tuturnya.
Kepala Siaga SPKT Polda Metro Jaya, AKP Eko Sowandono, menjelaskan bahwa SPKT terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Menurutnya, seluruh petugas di lapangan berupaya menjalankan tugas dengan prinsip cepat, tepat, dan transparan, agar masyarakat merasa puas dan percaya terhadap pelayanan kepolisian.
“Kami selalu berupaya agar setiap laporan masyarakat, khususnya terkait surat keterangan kehilangan, dapat ditangani dengan cepat dan sesuai prosedur. Kepuasan masyarakat menjadi motivasi kami untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar AKP Eko.
Apresiasi masyarakat terhadap pelayanan SPKT, khususnya dalam penerbitan surat keterangan kehilangan dari kepolisian, menjadi bukti nyata komitmen Polda Metro Jaya dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan humanis. Hal ini sejalan dengan semangat Polri Presisi — prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Jakarta Selatan, 13 November 2025 – Polres Metro Jakarta Selatan melalui Satuan Samapta terus memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat dengan melaksanakan patroli dialogis dini hari ini di lingkungan Taman Gandaria, Cilandak. Kegiatan yang dipimpin oleh Aiptu Eko Arif P bersama Aipda Fadhilah Ali dimulai pukul 02.15 WIB bertujuan meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Dalam patroli ini, petugas berinteraksi langsung dengan petugas keamanan lingkungan setempat, Rudi (45), warga Jalan Haji Syaif RT 05 RW 01, Gandaria Selatan. Petugas memberikan himbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang mengingatkan agar seluruh petugas keamanan meningkatkan kewaspadaan dengan selalu menggunakan kunci ganda pada kendaraan roda dua yang diparkir. Hal ini penting karena pelaku kejahatan hanya membutuhkan waktu sekitar tiga detik saja untuk melancarkan aksinya.
Selain itu, Polres Metro Jakarta Selatan juga mensosialisasikan penggunaan Call Center 110 sebagai saluran pengaduan dan pelaporan cepat jika terjadi gangguan kamtibmas. Penjelasan ini diterima dengan baik oleh petugas keamanan yang bertugas, sekaligus mendapatkan apresiasi dari masyarakat sekitar karena upaya proaktif kepolisian dalam menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman.
Patroli dialogis ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri yang tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung sekaligus pengayom masyarakat guna menciptakan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
Jakarta Selatan, Kamis 13 November 2025 – Polres Metro Jakarta Selatan melalui Unit Turjawali Sat Samapta Laksanakan patroli dialogis sebagai upaya mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya para driver ojek online (ojol). Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 00.30 WIB ini dipimpin oleh Aipda Andri Jarot dengan personel Patroli 401.
Dalam patroli tersebut, petugas menyambangi seorang driver ojol bernama Sugeng, 37 tahun, yang berdomisili di Jalan Bintara, Bekasi. Dialog berlangsung hangat di mana petugas memberikan imbauan penting agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, terutama pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Petugas mengingatkan agar para driver ojol tidak hanya mengunci kendaraannya, tetapi juga menggunakan kunci tambahan sebagai langkah preventif. “Keamanan adalah tanggung jawab bersama, jadi jangan ragu menghubungi call center 110 apabila memerlukan bantuan polisi,” ujar Aipda Andri Jarot.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan warga, termasuk pekerja informal seperti driver ojol yang berperan penting dalam mobilitas sehari-hari.
Polres Metro Jakarta Selatan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis serta respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.