Category: Blog

Your blog category

  • Polda Metro Jaya Bongkar Clandestine Lab Etomidate, Cegah Peredaran 15 Ribu Vape Narkotika

    Jakarta — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus tindak pidana narkotika berupa clandestine laboratory atau laboratorium gelap produksi etomidate yang beroperasi di salah satu apartemen di Jakarta Utara. Pengungkapan ini berawal dari pengembangan informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait paket mencurigakan yang diduga berisi bahan narkotika.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, pada Jumat (9/1/2025) sekitar pukul 15.30 WIB, tim Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya melakukan control delivery terhadap paket jasa pengiriman yang ditujukan ke apartemen di wilayah Jakarta Utara. Dari hasil pengawasan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial DJ di lobi apartemen.

    “Dari penggeledahan unit apartemen tersangka, polisi menemukan satu paket narkotika jenis etomidate seberat bruto 100 gram serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk kegiatan produksi narkotika. Barang bukti yang diamankan antara lain tabung laboratorium, alat suntik, timbangan digital, alat aduk kaca, bahan kimia, dan perlengkapan pendukung lainnya” dalam keterangannya Rabu (14/01/26).

    Lanjut, Pengembangan kasus berlanjut ke Bandara Soekarno-Hatta. Pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, petugas kembali mengamankan seorang warga negara asing asal Tiongkok berinisial HW di Terminal 2F. Dari tangan tersangka, polisi menyita plastik kemasan yang diduga akan digunakan sebagai bungkus cartridge vape berisi etomidate.

    “Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa kedua pelaku ini dikendalikan oleh seorang pengendali berinisial C yang saat ini berstatus DPO dan berada di luar negeri,” ujar Budi. Ia menambahkan, bahan baku yang diamankan diperkirakan dapat diolah menjadi sekitar 30 liter cairan atau setara 15.000 cartridge vape etomidate.

    ia menegaskan, pengungkapan ini berpotensi menyelamatkan sekitar 15.000 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya bersama memutus mata rantai peredaran narkoba.

  • Kapolsek Tebet Gelar Ngopi Kamtibmas di Bukit Duri, Cegah Tawuran Susulan

    Jakarta Selatan – Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan, S.E. menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas bersama unsur tiga pilar dan warga masyarakat RW 012 Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (13/01/2026) pukul 16.00 WIB hingga 17.30 WIB.

    Kegiatan yang dilaksanakan di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung RT 08 RW 012 tersebut bertujuan untuk mencegah terulangnya aksi tawuran antara warga Kampung Pulo dan RW 012 Bukit Duri, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tebet didampingi oleh Iptu Joko Mulyono, S.H. selaku Kanit Intelkam, Aiptu Saprudin, S.H. selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Bukit Duri, serta Aipda Harry Fajar, S.H., M.H. selaku Panit Intelkam. Turut hadir Ketua RW 012 Bukit Duri, para Ketua RT, serta warga masyarakat dengan jumlah peserta sekitar 20 orang.

    Melalui suasana santai dan dialogis, Kapolsek Tebet menyampaikan pesan kamtibmas agar seluruh warga saling peduli dan menjaga lingkungan. Warga diimbau untuk tidak mudah terpancing emosi apabila ada pihak yang mencoba memprovokasi tawuran, serta segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui layanan kepolisian 110 bebas pulsa atau kepada personel Polsek Tebet yang dikenal.

    Selain itu, dilakukan diskusi bersama terkait langkah pencegahan tawuran, salah satunya dengan menindaklanjuti usulan warga berupa penutupan pagar lingkungan pada pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB, serta rencana koordinasi dengan pihak kecamatan dan Satpol PP guna mendukung pengamanan wilayah.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama pada pukul 17.10 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari warga setempat.

  • Bhabinkamtibmas Cikoko Gelar Patroli Dini Hari dan Sambang DDS di Perumahan Bumi Sarinah

    Jakarta Selatan – Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikoko, Aiptu N. Krisnadi, terus meningkatkan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah binaannya. Pada Kamis dini hari (15/01/2026), Aiptu N. Krisnadi melaksanakan kegiatan kunjungan, sambang Door to Door System (DDS), serta patroli wilayah di lingkungan RW 04.

    Kegiatan yang dimulai pukul 03.00 WIB ini difokuskan di Jalan Pengadegan Utara, RT 10/04, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

    Dalam giat tersebut, Aiptu N. Krisnadi menyambangi Perumahan Bumi Sarinah dan melakukan koordinasi langsung dengan petugas keamanan setempat, Bapak Basuki, yang bertugas menjaga Rumah Dinas BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta.

    Pada kesempatan tersebut, Aiptu N. Krisnadi menyampaikan sejumlah pesan dan himbauan Kamtibmas , antara lain:

    1. Peningkatan Kewaspadaan: Mengajak petugas keamanan untuk bersinergi menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap tamu yang keluar masuk area perumahan, terutama pada jam-jam rawan.

    2. Antisipasi Kejahatan: Mengingatkan pentingnya langkah preventif untuk mengantisipasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

    3. Pencegahan Kenakalan Remaja: Memberikan atensi khusus terhadap potensi kenakalan remaja, seperti tawuran, guna memastikan wilayah tetap aman dan kondusif.

    4. Sosialisasi Layanan Aduan: Mensosialisasikan layanan Call Center 110 (bebas pulsa) sebagai sarana cepat bagi masyarakat untuk memberikan informasi atau mengadukan gangguan Kamtibmas kepada pihak Kepolisian.

    “Patroli dan sambang dini hari ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” ujar Aiptu N. Krisnadi.

    Kegiatan berlangsung dengan lancar dan situasi di lokasi terpantau aman serta kondusif. Koordinasi antara Bhabinkamtibmas dan unsur keamanan lingkungan diharapkan dapat terus terjalin solid demi terciptanya lingkungan Cikoko yang tentram.

  • Personel Samapta Polsek Tebet Gelar Patroli Dialogis Bersama Warga di Tebet Barat

    Jakarta Selatan – Personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan kegiatan patroli dialogis dengan menyambangi warga di Jl. Tebet Barat Dalam X, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (15/01/2026) pukul 09.15 WIB hingga selesai.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Suwarno selaku Ps. Panit Samapta bersama Brigpol Aditia selaku Banit Samapta. Patroli dialogis ini dilakukan sebagai upaya mempererat komunikasi dan bertukar informasi antara kepolisian dan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polsek Tebet.

    Dalam kesempatan tersebut, personel Samapta menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga agar selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (curat, curas, dan curanmor) serta kejahatan jalanan lainnya. Warga juga diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap berita hoaks yang beredar melalui media sosial.

    Selain itu, personel turut mensosialisasikan layanan Call Center Polri 110 bebas pulsa sebagai sarana pelaporan cepat apabila masyarakat membutuhkan kehadiran petugas kepolisian.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di lingkungan Jl. Tebet Barat Dalam X terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari warga setempat.

  • Polri Hadir Menyentuh dari Pintu ke Pintu: Layanan Kesehatan dan Home Visit Ringankan Derita Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

    Aceh Tamiang — Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang, kebutuhan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Menjawab kondisi tersebut, Polri hadir melalui langkah kemanusiaan dengan menyentuh langsung masyarakat, bahkan hingga ke pintu rumah warga yang membutuhkan perawatan khusus.

    Pusdokes Polri dan Bid Dokes Polda Aceh melaksanakan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan vitamin, edukasi kesehatan, serta home visit kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Desa Tanjung Binjai dan Desa Kula Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang Pada Rabu, (14/1/2026).

    Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu oleh Tim BKO Biddokkes Polda Metro Jaya, Tim BKO Biddokkes Polda Jawa Tengah, dokkes Polres Aceh Tamiang, serta Tim Biddokkes Polda Aceh, sebagai wujud sinergi lintas satuan dalam mendukung percepatan pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.

    Kabid Dokkes Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M. Si. dalam keterangannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pelayanan kesehatan terpadu Polri di wilayah terdampak bencana. “Pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Kami fokus pada penanganan penyakit yang umum muncul setelah banjir, sekaligus melakukan edukasi dan home visit bagi warga dengan kondisi khusus,” ujar dr. Dafianto Arief.

    Ia menambahkan, kehadiran tim kesehatan dari berbagai Polda merupakan upaya memperkuat layanan agar menjangkau masyarakat secara merata.
    “Sinergi tim BKO dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, serta jajaran Polda Aceh memungkinkan pelayanan dilakukan secara optimal, cepat, dan tepat sasaran,” tambahnya.
    Salah satu dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Penda I dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, menjelaskan bahwa sebagian besar keluhan warga berkaitan dengan penyakit pascabanjir.
    “Penyakit yang paling banyak kami temukan adalah hipertensi, dermatitis, ISPA, diare, serta hiperkolesterolemia. Selain pengobatan, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan di lingkungan pascabanjir,” jelasnya.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 193 warga menerima layanan kesehatan. Penyakit yang paling dominan antara lain hipertensi sebanyak 70 pasien, dermatitis 50 pasien, hiperkolesterolemia 30 pasien, ISPA 15 pasien, diare 10 pasien, diabetes melitus 5 pasien, serta keluhan sakit gigi 3 pasien.

    Tim juga melaksanakan home visit terhadap warga dengan kondisi suspek psoriasis vulgaris dan stroke non hemoragik. Perwakilan dokkes Polres Aceh Tamiang, APITU Faisal Riza Syahputra, AMK, menyampaikan bahwa pendekatan jemput bola menjadi kunci dalam pelayanan kesehatan pascabencana.
    “Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang ke pos kesehatan, tetapi juga mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan penanganan khusus. Ini adalah bentuk kehadiran Polri yang humanis,” ujarnya.

    Kehadiran tim kesehatan Polri disambut hangat oleh masyarakat. Sulaiman (52), warga Desa Tanjung Binjai, mengaku sangat terbantu dengan layanan yang diberikan.
    “Sejak banjir, banyak warga yang mengeluh sakit. Alhamdulillah polisi datang memeriksa kesehatan, memberi obat dan vitamin. Kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Nur Aisyah (40), warga Desa Kula Penaga, menilai kegiatan home visit sangat membantu warga lanjut usia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.
    “Petugas datang langsung ke rumah warga yang tidak bisa berjalan jauh. Ini sangat membantu dan membuat kami merasa tidak sendirian,” tuturnya.

    Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat mencegah peningkatan penyakit pascabencana, sekaligus mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang. Aksi kemanusiaan tersebut menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir, melayani, dan melindungi masyarakat—bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat.

  • Polisi Bagikan Air Mineral dan Snack pada Pelayanan Unjuk Rasa Ojol

    Jakarta — Polda Metro Jaya memberikan pelayanan humanis kepada massa aksi unjuk rasa dari komunitas ojek online yang menggelar aksi di sekitar kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, sejak awal kedatangan massa, personel kepolisian telah melakukan pengamanan sekaligus pelayanan kepada para peserta aksi. Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan adalah dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Aspirasi” sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

    “Selain pengamanan, kami juga memberikan pelayanan berupa pembagian logistik sederhana seperti roti dan air mineral kepada peserta aksi. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto.

    Ia menambahkan, jumlah massa ojek online yang mengikuti aksi tersebut sekitar 500 orang dan berada di seberang Kedutaan AS. Hingga kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

    Polda Metro Jaya memastikan akan terus mengawal setiap kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dengan mengedepankan prinsip pelayanan, perlindungan, dan pengayoman, sehingga aspirasi dapat tersampaikan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum.

  • Tim Trauma Healing Polri Bersama Relawan UI Hadir Bersama Warga Pascabanjir di Cilincing

    Jakarta Utara — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (14/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.

    Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.

    Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.

    Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.

    Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.

    Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.

    “Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

    Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.

    “Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.

    Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.

    “Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.

    Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik.

  • Kapolda Metro Jaya Beri Arahan Ditres PPA dan PPO, Tegaskan Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak

    Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memberikan arahan kepada jajaran Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Metro Jaya, Senin (14/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, serta diikuti oleh seluruh personel reserse PPA dan PPO jajaran Polda Metro Jaya.

    Dalam arahannya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa keberadaan Ditres PPA dan PPO harus menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan nyata bagi perempuan dan anak, sekaligus memastikan setiap penanganan perkara berjalan tuntas, berkeadilan, dan berorientasi pada penghormatan gender. “Direktorat ini dibentuk bukan sekadar untuk menangani perkara, tetapi untuk memastikan negara benar-benar hadir melindungi perempuan dan anak, serta memutus pola kekerasan yang berulang,” ujar Kapolda.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, serta memahami bahwa masih terdapat korban yang belum berani melapor karena berbagai faktor, seperti rasa takut, malu, maupun tekanan lingkungan sekitar.

    Selain itu, Kapolda menjelaskan bahwa berbagai peristiwa yang melibatkan anak, termasuk tawuran, bukan hanya kejadian sesaat, melainkan memiliki pola yang dapat dipelajari dan dicegah melalui pendekatan yang tepat. “Tugas kita bukan hanya menghentikan peristiwa di lapangan, tetapi bagaimana memutus prosesnya, agar anak-anak tidak terus terseret dalam lingkaran kekerasan,” lanjutnya.

    Kapolda menekankan agar seluruh jajaran lebih peka dan responsif terhadap setiap informasi yang diterima dari masyarakat, termasuk melalui media sosial. “Setiap informasi harus segera direspons. Jangan menunggu peristiwa membesar. Masyarakat juga kami imbau untuk tidak ragu melapor melalui layanan kepolisian 110 yang siap melayani selama 24 jam,” tegasnya.

    Melalui arahan tersebut, Kapolda Metro Jaya berharap Ditres PPA dan PPO dapat bekerja secara proaktif, humanis, dan berbasis data, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, sehingga setiap penanganan kasus tidak hanya selesai secara hukum, tetapi juga mampu mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.

  • Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Pembunuhan di TPU Jakasampurna, Dua Pelaku Ditangkap

    Bekasi — Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang terjadi di area TPU Komplek Jakasampurna, Bekasi Barat. Perkara tersebut diketahui pada Minggu, 11 Januari 2026, dan petugas berhasil menangkap dua orang pelaku pada Selasa, 13 Januari 2026.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban dalam peristiwa ini adalah seorang pria denga Inisial MDT.
    “Benar, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah mengungkap perkara dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah Bekasi Barat dan mengamankan dua orang pelaku,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

    Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial JP dan G. Keduanya diketahui memiliki peran sebagai eksekutor dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, motif pembunuhan diduga karena rasa dendam terkait persoalan utang antara korban dan para pelaku.

    Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya ikat pinggang yang diduga digunakan untuk mencekik korban, beberapa unit telepon genggam, tas milik korban, serta pakaian yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

    “Para pelaku saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa dan melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya,” pungkasnya.

  • Brimob Polda Sumut Distribusikan Air Bersih ke Desa Sibuluan Nauli Pascabencana

    Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melalui Personel SAR Batalyon A melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih kepada masyarakat dengan menggunakan peralatan water treatment. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga akan air bersih di wilayah terdampak keterbatasan air bersih.

    Kegiatan pendistribusian air bersih ini dilaksanakan oleh Personel SAR Batalyon A Satuan Brimob Polda Sumatra Utara yang dipimpin oleh BRIPDA Ranto Frengky. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 13 Januari 2026. Pendistribusian air bersih dilaksanakan di Desa Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Satuan Brimob Polda Sumatra Utara dalam membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih, khususnya pascabencana alam yang berdampak pada terganggunya ketersediaan air layak konsumsi. Air bersih merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, sehingga diperlukan langkah cepat dan tepat guna mencegah timbulnya permasalahan kesehatan.

    Pendistribusian dilakukan dengan mengoperasikan peralatan water treatment untuk mengolah air menjadi air bersih layak pakai, kemudian didistribusikan langsung kepada warga. Personel SAR Batalyon A menyalurkan air bersih ke tempat penampungan air milik warga serta memberikan imbauan agar air tersebut digunakan secara bijak untuk kebutuhan sehari-hari. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

    Melalui kegiatan ini, Satuan Brimob Polda Sumatra Utara berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung terciptanya kondisi kesehatan dan lingkungan yang lebih baik di wilayah Desa Sibuluan Nauli.