Jakarta Selatan – Bhabinkamtibmas Kelurahan Petukangan Selatan, Polsek Pesanggrahan, Aiptu Dasep Hidayat, melakukan monitoring kegiatan Posyandu Melati yang berlokasi di Jl. Pulo Indah RT.002 RW.005, Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (8/5).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Posyandu, Ibu Srisunarsi, serta para kader dan ibu-ibu balita. Dalam kegiatan tersebut dilakukan penimbangan dan pemeriksaan kesehatan balita sebagai bagian dari upaya menjaga tumbuh kembang anak sejak dini.
Aiptu Dasep Hidayat menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu yang rutin dilakukan oleh warga. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan petugas dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
“Posyandu adalah garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menyangkut masa depan generasi penerus,” ujarnya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat, sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
Jakarta Selatan, 7 Mei 2025, pukul 22.30 WIB, – Polsek Metro Kebayoran Baru melalui Bripka Indra PDS, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gandaria Utara, melaksanakan patroli, kunjungan, dan dialog langsung (DDS) di wilayah Jl. H. Salim 1 dan Gg. Langgar, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Bripka Indra berinteraksi dan berbincang dengan Bapak Nahrowi,dkk menyampaikan imbauan serta pesan-pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Beberapa anjuran penting yang disampaikan antara lain meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar untuk mengantisipasi tindak kejahatan pencurian, serta menggunakan kunci ganda pada kendaraan yang diparkir sebagai langkah pencegahan.
Warga diingatkan tentang keberadaan Call Center Polisi 110 yang bebas pulsa. Apabila terjadi gangguan Kamtibmas, warga diimbau untuk segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau Polsek Metro Kebayoran Baru.
Jakarta – Operasi Ketupat 2025 yang digelar oleh Polri untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran mendapat sambutan positif dari masyarakat. Survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa 80,3 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan operasi tersebut.
Survei dilakukan pada 14–20 April 2025 dengan 1.200 responden yang diwawancarai secara langsung. Metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan margin of error ±2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.
“Kita mendapatkan informasi bahwa 80,3% masyarakat, baik yang mudik maupun tidak, merasa puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Polri selama Ramadan dan Lebaran,” kata Direktur Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam rilis survei virtual pada Rabu (7/5/2025).
Survei juga mencatat bahwa tingkat kepuasan pemudik terhadap pengaturan lalu lintas oleh Korlantas Polri sangat tinggi, mencapai 92,3 persen.
“Kalau dilihat khusus untuk pemudik, yang merasa cukup puas naik, sementara yang menyatakan sangat puas memang sedikit menurun. Namun secara keseluruhan, baik tahun 2024 maupun 2025, tingkat kepuasan terhadap pengaturan lalu lintas tetap tinggi,” ujar Burhanuddin.
Secara rinci, hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap Operasi Ketupat 2025 yakni Sangat puas: 10,6 persen, Cukup puas: 70,3 persen, Kurang puas: 6,9 persen, Tidak puas: 1,4 persen, dan Tidak tahu/tidak menjawab: 10,8 persen.
Jakarta Selatan – Rabu (7/5/2025), Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Dalam Aiptu Evin Susanto melaksanakan sambang ke sekretariat Ormas Pemuda Pancasila yang berada di Jl. Persada Raya, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet.
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Evin memberikan himbauan kepada para anggota Ormas agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, menjauhi segala bentuk tindakan anarkis, serta tidak terlibat dalam peredaran narkoba maupun tindak kriminal lainnya.
Ia juga mengajak anggota Ormas untuk bersinergi dengan aparat kepolisian dan elemen masyarakat lainnya guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis. “Peran serta Ormas sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah,” ujar Aiptu Evin.
Kegiatan sambang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan mendapat respon positif dari para anggota Ormas. Situasi terpantau aman dan kondusif.
Jakarta Selatan – Bhabinkamtibmas Kelurahan Tebet Barat Aipda Samsul Mustofa melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi ke Kasatpol PP Kelurahan Tebet Barat di Jl. Tebet Dalam IV RT. 07 RW. 02,(7/5/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat koordinasi antar-aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah. Dalam pertemuan tersebut, Aipda Samsul dan pihak Satpol PP berdiskusi terkait potensi gangguan kamtibmas serta langkah-langkah penanganannya, termasuk penertiban lingkungan dan antisipasi kenakalan remaja.
Aipda Samsul menyampaikan pentingnya sinergi antara kepolisian dan Satpol PP sebagai ujung tombak penanganan masalah di tingkat kelurahan. “Kerja sama lintas instansi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan baik dalam suasana penuh keakraban, dan diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kondusifitas wilayah.
Jakarta Selatan – Bhabinkamtibmas Kelurahan Tebet Timur Aiptu Tamam melaksanakan kegiatan koordinasi kamtibmas dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 115 yang berlokasi di Jl. KH. Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan (8/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Tamam bertemu dengan kepala sekolah dan tenaga pendidik guna membahas upaya pencegahan kenakalan remaja, khususnya potensi tawuran antar pelajar. Ia mengajak pihak sekolah untuk lebih intensif melakukan pengawasan terhadap perilaku siswa, terutama saat jam pulang sekolah.
Aiptu Tamam juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan kepolisian dalam membentuk karakter pelajar yang disiplin, serta menjauhkan mereka dari pengaruh negatif lingkungan.
“Kami siap mendukung pihak sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif,” ujar Aiptu Tamam dalam pertemuan tersebut.
Kegiatan koordinasi berlangsung dengan lancar dan mendapat apresiasi dari pihak sekolah sebagai bentuk sinergi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib dan aman.
Nunukan, Kalimantan Utara – Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Desk Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil menggagalkan upaya pengiriman calon pekerja migran non-prosedural atau ilegal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Operasi ini dilakukan di Pelabuhan Tunontakan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang menjadi salah satu jalur strategis menuju negara tujuan seperti Malaysia.
Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah menjelaskan, pemeriksaan dilakukan terhadap dua kapal besar yang membawa ratusan hingga ribuan penumpang. Pemeriksaan menyasar kelengkapan administrasi serta status keberangkatan penumpang sebagai pekerja migran.
“Kami dari Satgas Gakkum, dari Desk Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, saat ini melakukan pemeriksaan administrasi terhadap para penumpang kapal yang turun di pelabuhan ini,” jelas Brigjen Pol Nurul Azizah, Selasa (6/5/2025).
Dua kapal yang diperiksa adalah KM Thalia dengan jumlah penumpang sekitar 400–600 orang, serta KM Bukit Siguntang yang mengangkut 1.200–1.300 penumpang. Proses pemeriksaan terhadap penumpang masih terus berlangsung.
“Pemeriksaan sedang berjalan. Ini adalah upaya kami untuk memastikan tidak ada pengiriman pekerja migran secara ilegal yang bisa menimbulkan eksploitasi atau perdagangan orang,” lanjutnya.
Operasi ini melibatkan sekitar 200 personel gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Kaltara, Polres Nunukan, BP3MI, Imigrasi, POM TNI, dan instansi lainnya. Pemeriksaan ini disebut akan diperluas ke pelabuhan-pelabuhan lain di wilayah Kalimantan Utara dan wilayah perbatasan lainnya.
“Saat ini kami lakukan di sini, namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di pelabuhan lain di wilayah Kaltara bahkan di wilayah Indonesia lainnya,” ujar Nurul.
Satgas Gakkum Desk Pelindungan PMI merupakan bagian dari instruksi Presiden RI melalui program prioritas Asta Cita yang dikoordinasikan oleh Kabareskrim Polri selaku Ketua Satgas Penegakan Hukum. Tujuannya adalah untuk memberikan pelindungan maksimal terhadap calon PMI dari ancaman perdagangan orang dan eksploitasi.
Jakarta – Dua pria kakak-beradik asal Palembang, Sumatera Selatan, diringkus polisi usai kedapatan memeras sejumlah pria dengan modus jebakan video call sex (VCS). Aksi mereka tergolong licik—menyamar sebagai perempuan cantik untuk menipu para korban.
Keduanya diduga telah beraksi selama setahun dan meraup keuntungan hingga Rp 100 juta. Salah satu pelaku berinisial MD (25) sudah ditangkap, sementara kakaknya berinisial I (27) kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
“Pelaku MD juga melakukan kejahatan tersebut bersama dengan saudara kandungnya, kakak laki-lakinya yang berusia 27 tahun. Sementara kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut karena saat ditangkap, DPO ini tidak berada di tempat,” ujar Kasubdit IV Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, kepada wartawan, Selasa (6/5/2025).
Modus kejahatan ini dimulai dari aplikasi live streaming Bigo, di mana pelaku mengunggah konten seolah-olah sebagai perempuan seksi. Wajah wanita dalam video sebenarnya diambil dari media sosial, bukan wajah pelaku asli.
“Pelaku membuka aplikasi Bigo, lalu mengunggah konten menarik dan berpura-pura menjadi sosok perempuan cantik. Korban yang tertarik kemudian diajak berlanjut ke Telegram untuk melakukan VCS,” ungkap Herman.
Di sinilah perangkap dimulai. Saat korban terlena dan melakukan panggilan video bersifat pribadi, pelaku merekam tanpa izin. Video intim itu kemudian dijadikan alat pemerasan.
“Video tersebut menunjukkan korban memperlihatkan bagian-bagian intim. Setelah direkam, pelaku mengancam akan menyebarkan jika korban tidak memberikan sejumlah uang,” jelas Herman.
Tak sedikit korban yang akhirnya tunduk pada ancaman karena takut videonya tersebar ke keluarga atau rekan kerja. Uang pun ditransfer ke pelaku agar rekaman itu tidak dipublikasikan.
“Setelah video direkam, pelaku akan secara intens mengirimkan video tersebut ke korban dan menagih uang. Kalau tidak dituruti, pelaku mengancam akan menyebarkannya ke orang terdekat korban,” ucap Herman.
Polisi mencatat ada puluhan korban, namun sebagian besar memilih bungkam karena malu. Salah satu korban mengalami kerugian hingga Rp 2,5 juta, dan ada juga yang mengirim uang hingga puluhan juta rupiah.
MD mengaku telah menjalankan aksinya sejak tahun 2024 bersama kakaknya. Uang hasil pemerasan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
“Pengakuannya sudah dari 2024. Total keuntungan yang diakui Rp 100 juta,” beber Herman.
MD kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia dijerat dengan Pasal 45 ayat (10) juncto Pasal 27B ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE.
Polisi masih memburu sang kakak, dan mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang terlibat dalam kasus pemerasan VCS ini.
Jakarta Selatan –Polsek Metro Kebayoran Baru melalui Bhabinkamtibmas Gandaria Utara Bripka Indra PDS, Pada Selasa, 6 Mei 2025,melaksanakan patroli bersama Tiga Pilar. Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 14.00 WIB di Jl. Petogogan Gang 1, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Patroli yang melibatkan Babinsa dan petugas Satpol PP ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan tersebut. Dalam kesempatan itu, Bripka Indra PDS beserta Tiga Pilar mengunjungi warga setempat, termasuk Bapak Agus dan rekan-rekannya, untuk memberikan edukasi serta saran terkait keamanan lingkungan.
Bripka Indra mengingatkan pentingnya kewaspadaan warga dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, seperti pencurian. Ia juga menganjurkan penggunaan kunci ganda pada kendaraan yang diparkir untuk mencegah tindakan kriminal. Selain itu, masyarakat dihimbau agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui nomor darurat 110 atau datang langsung ke kantor polisi terdekat apabila menemukan hal-hal mencurigakan atau mengalami gangguan keamanan.
Kegiatan patroli bersama Tiga Pilar ini merupakan wujud sinergi aparat dalam menjaga kondusifitas wilayah Gandaria Utara, sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.
Dalam upaya menciptakan kelancaran arus lalu lintas pada pagi hari, Ps Panit 2 Samapta Polsek Tebet Aiptu Suwarno beserta butirnya melaksanakan kegiatan rutin pengaturan lalu lintas atau “Gatur Lalin” di Jl. Dr. Saharjo. Pagi hari adalah waktu krusial di mana masyarakat memulai aktivitasnya, sehingga pengaturan lalu lintas menjadi langkah penting dalam mengantisipasi kemacetan dan menjaga ketertiban di jalan raya. 7/5/2025.
Pada kesempatan ini, Panit Samapta beserta butirnya mengatur arus kendaraan dari berbagai arah untuk memastikan tidak terjadi penumpukan, khususnya di titik-titik rawan macet seperti perempatan jalan, dekat sekolah, dan area komersial. Dengan penuh kewaspadaan, mereka turut memantau pergerakan kendaraan, mengarahkan pengguna jalan dengan isyarat tangan, serta memberikan edukasi kepada pengendara untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
“Aktivitas pengaturan lalu lintas di pagi hari ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pengguna jalan, serta membantu masyarakat agar sampai ke tujuan tepat waktu,” ujar Aiptu Suwarno di sela-sela tugasnya. Ia menambahkan bahwa kehadiran petugas kepolisian di jalan-jalan utama juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas yang tertib di kalangan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polsek Tebet untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam menjaga kelancaran mobilitas dan ketertiban di wilayah Tebet, terutama di Jl. Dr. Saharjo yang menjadi salah satu jalan utama dengan arus kendaraan yang cukup padat pada pagi hari. Melalui gatur lalin secara rutin, diharapkan lingkungan sekitar tetap kondusif, aman, dan nyaman untuk semua warga.